Kamis, 20 November 2014

Fanfiction



Author : Miirahmi77
Title    : Change! [1/?}
Rated : All Ages
Genre : Romance, Friendship
Length: Series
Cast    :
- Cho Kyuhyun
- Kim HaNi
- Lee Donghae
- Lee Sungmin
- And Other
Twitter  : @miirahmi77
Facebook : Mii Rahmi S

Disclaimer :
Haiiii, aku kembali lgi dengan membawa FF buatanku nih! mungkin pernah ada yang baca di salah satu wordpress yaitu miirahmi77.wordpress.com dan itu sudah aku hapus dari wordpress-ku. alasannya sederhana, Karena aku nggak bisa mengurus wp tersebut. wkwkwk~ mending di Blog ini aja. Mungkin cerita ini sedikit singkat. aku pengen lihat tanggapan kali. RCL yaa!! ^_^

**THIS STORY IS MINE! DON'T PLAGIAT OR COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION!!**

Happy Reading


Kyuhyun POV
Hai, aku Cho Kyuhyun. Kyuhyun, panggil saja begitu. Aku cowok paling beruntung di Korea. . . . seharusnya sih. Bagaimana tidak, secara fisik, cewek-cewek bilang-ehem!- aku keren.
            Secara materi, aku pewaris tunggal sebuah grup usaha bernama Cho’s Coporation, milik almarhum ayahku. Otomatis, karena aku udah 18 tahun, sekarang semua jadi milikku.
            Ya, aku tampan dan kaya. Semua hal bisa aku dapatkan. Semua? Sepertinya tidak. Hidupku kacau sejak aku bertemu dengan seseorang. Bahkan sesuatu yang dahsyat yang terjadi karena dia… karena cewek itu… begini ceritanya…



Author POV
Kim Ha Ni berada dalam dalam sebuah kafe, music up-beat dan kerlap kerlip lampu disco memenuhi ruangan, tampang-tampang yang nggak dikenalnya silih berganti dihadapannya. Saat ini sedang berlangsung party. Selain untuk having fun, saat seperti ini biasanya juga digunakan untuk cuci mata atau cari kenalan baru. Di depannya tiba-tiba berhenti seorang cowok yang tadinya sedang berjalan. Menurut Ha Ni cowok itu keren banget! Tubuh cowok itu tinggi, mungkin lebih dari 180 cm, garis wajahnya yang tegas, sorot matanya tajam,rambutnya lurus dan agak panjang dibiarkan jatuh menutupi sebagian wajahnya sehingga terkesan cool, lalu badannya tegap tetapi tidak ada otot-otot bisepnya yang menonjol di tubuh pria itu. Tidak seperti idolanya, Nickhun 2PM yang memiliki ABS yang menurutnya sempurna.

Ha Ni terpesona melihatnya. Selain karena kagum, Ha Ni merasa kenal atau melihat cowok itu sebelumnya. tapi dimana yaa?

“Aku Kyuhyun” kata cowok itu memperkenalkan diri.

Wajah terpesona Ha Ni berubah menjadi melongo nggak yakin.

“Kyuhyun?” tanya Ha Ni memastikan. Dia ingat seseorang bernama Kyuhyun yang pernah ada di dalam hidupnya, dulu banget… tapi masa sih cowok di hadapannya ini Kyuhyun? Kyuhyun itukan…

Cowok itu tersenyum tipis sekali lagi dan mengangguk. Ha Ni memegang tangannya sendiri, ini beneran, nggak ya? Dia cubit tanganya sendiri. Tapi…..

“AUUW!” teriaknya kesakitan.

Ha Ni tersentak dari tidurnya. Dia meringis perih melihat warna merah di lengannya, karena cubitan tangannya sendiri. Barusan itu mimpi?

“Kyuhyun…” ulang Ha Ni dalam hati. Kenapa dia bisa mimpiin cowok itu ya?

Ha Ni geleng-geleng kepala, bener-bener gak yakin dengan mimpinya barusan. Kyuhyun, musuh masa kecilnya yang sudah 10 tahun nggak pernah dilihatnya itu tiba-tiba hadir dalam mimpinya. Hani jadi berusaha mengingat-ingat seperti apa sosok bernama lengkap Cho Kyuhyun putra Mr. Cho itu. Anak lelaki yang bak pangeran kecil.

Ha Ni menyebutnya begitu, karena Mr. Cho, ayah Kyuhyun, adalah pengusaha sukses pemilik Cho Corp. beliau cuma punya seorang anak, yaitu Kyuhyun. Nggak cuma kaya, anak itu juga ditakdirkan mempunyai segudang keberuntungan lainnya: cakep, pintar, dan punya kuasa. Hal terakhir itu mungkin karena orangtua yang sangat memanjakannya, biasa mengabulkan apa saja yang Kyuhyun minta.

Tapi bagi Ha Ni, Kyuhyun adalah musuh. Begitu juga Sungmin, anak sopir ayah Kyuhyun yang juga temannya. Mereka selalu menjadi sasaran kejahilan Kyuhyun, dan herannya anak itu nggak pernah disalahkan. Selalu saja mereka yang salah, mereka yang kena marah. Sehingga Kyuhyun pun semakin nakal.

Sering Ha Ni lihat Sungmin kecil membantu ayahnya mencuci mobil, lalu Kyuhyun datang dan tiba-tiba mengambil slang air yang menyala dan menyemprotkannya ke arah Sungmin. Kyuhyun lalu tertawa senang melihat Sungmin yang basah kuyup.

Seketika mata Sungmin menatap marah melihat Kyuhyun, tapi tawa anak itu malah makin keras. Sungmin hendak maju dan mau memukul Kyuhyun, tetapi ayahnya langsung menghalangi.

“Sudah, sudah, jangan ganggu Tuan Muda” kata ayahnya menahan tangan Sungmin.

Sungmin yang patuh pada ayahnya nggak jadi bergerak dan hanya diam. Lalu dia kembali meneruskan kerja membantu ayahnya. Kyuhyun tertawa menang lalu meninggalkan mereka. Tapi Ha Ni melihat betapa tatapan mata Sungmin tampak penuh dendam memandang Kyuhyun. Dia bisa merasakan itu, karena dia sendiri juga sasaran kenakalan Kyuhyun. Kadang-kadang kelakuan anak itu benar-benar tidak terduga.

Waktu masih kecil, Ha Ni pernah datang kerumah Kyuhyun bersama ayahnya yang punya urusan kerja dengan ayah Kyuhyun. Baru saja dia turun dari mobil, Ha Ni melihat Kyuhyun nyengir di depan pintu masuk rumahnya. Ciri khas jika mau buat masalah. Ha Ni diam saja, terus berjalan digandeng ayahnya sampai di depan pintu rumah Kyuhyun.

“Kyuhyun yang manis, dimana ayahmu?” tanya ayah Hani sambil mengelus kepala Kyuhyun kecil. Kyuhyun tersenyum pada ayah Hani dan tanpa menjawab langsung menunjuk ke dalam ruang tamu yang mana disitu ada ayahnya, dan beberapa orang lain yang kyuhyun tahu adalah tamu ayahnya.

“Bagus, paman masuk dulu ya, dan Ha Ni kamu main saja dengan Kyuhyun” perintah ayahnya kepada Hani. lalu sang ayah berjalan memasuki rumah Kyuhyun. Meninggalkan mereka berdua dengan tatapan Ha Ni penuh dengan ketidak-sukaan.

“Apa lihat-lihat?!” gertak Hani sebal.

“Hya gadis jelek, kau sangat percaya diri sekali!” balas Kyuhyun tajam.

“MWO? Apa kau bil-“

“Sudahlah, ayo ikut aku ke dalam. Aku akan mengajakmu bertanding game di kamarku” potong Kyuhyun yang langsung menyeret Ha Ni ke dalam kamarnya. Menaiki tangga rumah Kyuhyun yang bertingkat 2 itu tanpa membuat  tatapan orang-orang dewasa yang sedang berbicara serius mengenai perusahaan menoleh kepada tindakannya pada Ha Ni.

“Lepaskan aku bodoh! Tanganmu membuat tanganku sakit!” ucap Ha Ni menghempaskan tangannya dari cekalan Kyuhyun. saat ini mereka sudah berada di depan kamar Kyuhyun.

“Ayo masuk, kita main game di PlayStation punyaku!” balas Kyuhyun sambil membuka kamarnya dan menyeret Ha Ni ke dalamnya. Ha Ni menatap takjub kamar Kyuhyun. Sangat luas dan terkesan mewah sebuah kamar untuk seorang anak yang bahkan belum memasuki 1 dasawarsa. Ck! Mengingat orang tua anak ini, Ha Ni tidaklah heran. Walaupun kamarnya juga luas, tetapi tetap saja terlihat elegan kamar anak ini.

“Yak bodoh, sampai kapan kau akan berdiri memandangi kamarku ini?! Cepat kesini!” teriak Kyuhyun di posisinya yang sekarang berada di atas lantai dengan karpet berbulunya itu. Ha Ni mendengus.

“Kapan ya, Kyuhyun itu tidak memanggilku bodoh atau jelek lagi?” tanya Ha Ni di dalam hati. Lalu dengan langkah kesal, Ha Ni menghampiri Kyuhyun yang sudah siap menantangnya untuk bermain game ini.

“Apa yang akan kudapatkan jika aku menang darimu, Kyuhyun ssi?” tanya Ha Ni  tanpa mengalihkan padangannya dari gambar yang bergerak kesana kemari, memukul lawannya dengan pedang yang tengah dimainkannya itu.

“Kalau kau menang? Nggak salah tuh? Huh?” cibir Kyuhyun dengan tatapan yang mengeras melihat tokoh yang dimainkannya sebentar lagi merenggang nyawa.

“Yak Cho Kyuhyun, sebentar lagi kau akan kalah! Kau harus membelikanku hadiah. Oke?” balas Ha Ni yang juga syok melihat tokoh yang dimainkannya diserang balik oleh Kyuhyun.

“Kita lihat saja nanti. Yang menang harus mendapatkan apapun dari yang kalah. Setuju?” tanya Kyuhyun.

“Ya, Aku setuju” balas Ha Ni.

Kini permainan sangat sengit. Kedua insan ini terlihat tidak mau kalah. Terlihat dari cara serangan balik di antara kedua belah pihak. Saat tokoh yang dimainkan Kyuhyun merenggang nyawa, Kyuhyun terlihat sangat panik. Lalu dia secara spontan menjambak rambut Ha Ni dari belakang dan membuat Hani terjatuh ke belakang dengan teriakannya.

“YAK!! Apa yang kau lakukan?” tanya Hani geram. Menahan sakit akibat rambutnya dijambak oleh Kyuhyun. mendengar teriakan itu membuat Kyuhyun langsung menyerang balik tokoh yang dimainkan Ha Ni. Tidak peduli dengan teriakan yang dikeluarkan gadis itu. Ha Ni yang geram langsung menjambak balik rambut Kyuhyun dari belakang.

“Kyuhyun curang!! Rasakan ini!!” ucap Hani sambil menjambak Kyuhyun.

“YAK gadis bodoh lepaskan aku!!” protes Kyuhyun tanpa memberhentikan gerakan tangannya pada stick ps-nya itu. Sampai pada akhirnya terpampang kata “YOU LOSE” di layar PlayStasionnya.

“Yaaaahh..” ucap Hani kaget. Lalu dia melepas jambakannya itu dari rambut Kyuhyun.  Lalu Ha Ni berdiri kesal dihadapan Kyuhyun.

“Kau curang Kyuhyun! Aku nggak mau main lagi denganmu!” ucap Ha Ni kesal seraya menuju pintu keluar kamar Kyuhyun.

“Yak! Kita sudah berjanji kalau yang menang akan mendapatkan apapun dari yang kalah! Dan aku yang menang, bodoh!” teriak Kyuhyun kesal.

Ha Ni menghentikan langkahnya ketika hendak menarik kenop pintu dan menoleh ke belakang arah Kyuhyun.

“Lupakan janji itu, Kyuhyun ssi!” balas Ha Ni tajam lalu segera melangkah keluar dari kamar Kyuhyun. Meninggalkan Kyuhyun dengan tatapan marah seorang pangeran kecil Mr.Cho itu…

Ha Ni geleng-geleng kepala mengingat masa kecilnya itu. Sepuluh tahun yang lalu, itu terakhir kalinya dia lihat tampang si jail. Sekarang cowok itu sudah berusia delapan belas tahun, kira-kira seperti apa ya tampangnya saat ini? apa sama dengan cowok yang dimimpikannya tadi?

“Ha Ni, bangun sudah siang! Jangan menjadi beruang yang berhibernasi lagi!” teriak Mama menggedor kamar Ha Ni. Salah satu kebiasaan buruk Hani yang tiap pagi membuat mamanya berteriak membangunkan Hani.

Ha Ni melirik ke jam di mejanya. Sudah jam 6 pagi.

“Iya Ma, Ha Ni udah bangun. Lagi mandi nih!” teriaknya sambil melompat dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi. Mending dia cepat-cepat madi dan bersiap-siap berangkat kuliah sebelum Mama mengomel melihatnya kesiangan. Lupakan mimpi itu…




Ha Ni adalah cewek unik. Dibalik sikapnya yang terkesan cuek dengan hal-hal berbau make up, tetapi dia sangat memperhatikan penampilannya didepan umum. Hanya dengan olesan bedak tipis di wajahnya dan lipgoss rasa strobery kesukaannya itu sudah membuat Ha Ni cantik. Pakaiannya yang selalu casual tiap dia berangkat ke kampus, membuatnya disukai banyak cowok di kampusnya. Ha Ni tidak menyukai Highless yang menurutnya cocok untuk menimpuk anjing tetangga sebelah rumahnya yang terlihat sangar di matanya.

“Pagi Ma..” sapa Ha Ni kepada Mamanya yang tengah mengolesi roti dengan selai nanas kesukaan anaknya.

“Hm.. Langsung duduk di kursimu dan minum susu yang ada di meja” balas sang mama. Ha Ni mengangguk dan menunggu sarapan paginya.

“Ini sarapanmu, sayang” ucap sang mama lalu duduk di kursi samping Ha Ni.

“Wah makasih mamaku sayang” balas Ha Ni lalu mencium pipi mamanya.

“Ma, papa kemana?” tanya Ha Ni heran melihat mamanya sendiri di ruang makan. Biasanya papa ada disana dan akan berangkat ke kantor pukul 7 pagi.

“Ini kan baru jam 7” batinnya.

“Papa sudah berangkat jam 5 pagi. Ada urusan sangat penting di kantornya” balas mama. Ha Ni yang nggak mau ambil pusing tentang apa yang dilakukan papa-nya itu. Sudah pasti mengenai bisnis, dan Ha Ni tidak tertarik akan hal itu.

“Ohh..” balas Ha Ni sekenanya.

Ha Ni melirik jam yang melingkar di tangannya. Sudah jam setengah 8, sudah saatnya Ha Ni berangkat ke kampus. Hari ini dia berencana berangkat pagi untuk menyelesaikan tugasnya yang belum selesai di perpustakaan kampus.

“Ma, aku berangkat dulu yaa” pamit Ha Ni pada mamanya.

“Ha Ni, uang jajanmu masih ada?” tanya sang mama tiba-tiba. Ha Ni bingung. Biasanya mamanya akan mengomel pada Ha Ni kalau ia meminta uang tambahan jajannya.

Tapi mendengar pernyataan aneh sang mama, Ha Ni tidak berencana memanfaatkan kesempatan yang ada. Dia menggeleng dan tersenyum ke Mamanya.

“Masih cukup untuk 3 hari kedepan kok, Ma” balas Ha Ni.

“Ini, mama beri kartu ATM mama. Tolong uang yang ada di kartu itu kamu belikan gaun yang bagus untuk kamu pakai” balas mama Ha Ni sambil menyodorkan kartu ATM miliknya.

“Buat apa ma?” tanya Ha Ni heran.

“Kita akan menghadiri undangan makan malam dengan Mr. Han, pamannya Kyuhyun”.

“Apa?” pekik Ha Ni kaget.

“Hush, sudahlah.. bagaimanapun juga kita harus menghargai undangan yang Paman Han berikan”.

“Hem.. Aku mengerti, Ma” balas Ha Ni.

“Aku berangkat, Ma” ucap Ha Ni lalu mencium pipi mamanya dan berlari menuju pintu keluar rumahnya. Hari ini juga Ha Ni berencana membawa mobilnya. Sudah hampir seminggu ini mobilnya tetap terpakir sempurna di garasi mobilnya. Apa lagi kalau bukan Eunhyuk, pacarnya itu selalu menjemputnya dengan menggunakan motor besarnya itu.

Saat tiba di parkiran kampus, Ha Ni baru saja memarkir mobilnya dan keluar dari mobil ketika seorang cowok menghampirinya.

“Pagi, Ha Ni” sapa cowok itu sambil tersenyum.

“Pagi, Donghae” balas Ha Ni biasa saja.

Ha Ni tahu dia Lee Donghae, anak Musik yang pernah dibentak LeeHyukJae pacarnya, karena sering banget dekatin dia. tapi sepertinya cowok itu nggak jera walau sudah diancam. Donghae tetap saja mendekatinya.

“Kuliah?” tanya Donghae basa basi.

“Memang kesini mau apa?” tanya Ha Ni balik.

Donghae nyengir malu, ketahuan banget basa basinya. Tapi 5 detik kemudian, Donghae kembali pede.

“Mau ke kantin dulu, nggak?” kata cowok itu mengajak Ha Ni.

“Aku udah sarapan”

“Kalau gitu aku kelas ya?” kata Donghae lagi.

“Ke kelas? Ngapain?”

“Kuliah kan?”

Ha Ni tertawa sebentar. “Hae, kamu anak Musik, aku anak Desain, mana mungkin kelasnya bisa sinkron?” Ha Ni geleng-geleng kepala.

“Oke deh aku antar kamu ke kelas!” kata Donghae memutuskan sebelum Ha Ni menjawab. Sepertinya Donghae nggak akan berhenti mendekati Ha Ni meski nggak diperhatikan. Mungkin karena cowok itu senior, 2 tahun lebih tua dari Ha Ni. Jadi dicuekkin atau nggak, cowok itu tetap pede.

“Sebenarnya aku mau ke perpus, Hae, Kuliahku nanti jam sebelas, sekarang aku mau ke perpus dulu sama Ji Eun” kata Ha Ni menerangkan.

“Nggak apa-apa, aku antar” kata Donghae sambil mengambil alih buku kuliah yang sedang dipegang Ha Ni.

Ha Ni nggak bisa menolak lagi. Dia melihat jam tangannya, masih jam delapan pagi. Eunhyuk pasti masih tidur di kosnya. Jadi pacarnya itu nggak bakal lihat dia dan Donghae saat ini. Kalau anak-anak lain melihatnya, biarlah, dia bisa mengarang sejuta alasan nantinya.

Sepanjang perjalanan menuju perpustakaan, Donghae terus saja melontarkan gombalannya pada Ha Ni. Sedangkan Ha Ni menanggapinya biasa saja, tidak mau terbuai dengan mulut manis cowok bernama Lee Donghae ini.

Untung saja pintu perpustakaan sudah di depan mereka dan saat masuk, dia langsung melihat Ji Eun. Kalo nggak, dia nggak tahu lagi harus bersikap bagaimana dengan Donghae. Entah mengapa, walaupun dia sudah memiliki pacar, masih saja ada yang mendekatinya. kalo kata Ji Eun sih, salah dia juga menanggapi semua cowok. Tapi masa sih orang datang ngobrol baik-baik terus diusir?

“Makasih, Donghae” kata Ha Ni sudah berada di dalam perpustakaan dan duduk di samping Ji Eun. Cowok itu tetap saja berdiri di depannya. Ji Eun pun senyum-senyum sendiri melihat semua itu.

“Nggak kuliah, Hae? Ntar telat lho!” sindir Ji Eun.
Barulah Dongae menyingkir dari hadapan mereka.

“Kelakuan!” sindir Ji Eun pada Ha Ni saat cowok itu hilang dari pandangan.

“Jangan salahin aku, dia yang keras kepala buat nganterin aku ke perpustakaan” bantah Ha Ni.

“Sebenarnya kamu itu punya hati nggak sih, Han?”

“Kenapa?”

“Kalo nggak rajin gonta-ganti pacar, punya pacar satu, tapi labaannya segudang” kata Ji Eun yang memang teman Ha Ni sejak SMA. Ji Eun tahu banyak kisah cinta Ha Ni yang nggak pernah indah.

“Mumpung masih muda” jawab Ha Ni asal.

“Artinya?”

“Aku masih bisa memilih”

“Dasar!” kata Ji Eun sambil menepuk Ha Ni dengan gulungan kertas fookopian di tangannya.

“Akh” rintih Ha Ni pura-pura.

“YAK! Dasar lebay!” ucap Ji Eun yang gemas melihat tingkah temannya ini.

“Sebenarnya ya, Ji, aku belum pernah ketemu sama cowok yang bikin aku nggak menentu” kata Ha Ni jadi curhat.

“Nggak menentu?” tanya Ji Eun.

“Ya, Seseorang yang membuat aku benar-benar merasa jatuh cinta, dan belum pernah aku merasakan yang namanya Cinta pada pandangan pertama” balas Ha Ni.

“Jadi selama ini apa?” tanya Ji Eun lagi.

Ha Ni angkat bahu. “Entahlah, mungkin aku lagi mencari cinta sejati. Yang mana seseorang sedang menungguku dengan kuda putihnya sambil membawa cincin berkilauan emas”.

“Gila?” tebak Ji Eun

“Bukan, tapi pangeran hidupku” ucap Ha Ni sambil menangkupkan kedua tangannya yang menopang dagu di atas meja

“Aish, Udah ah, Back our study, ok?” kata Ji Eun yang malas meladeni ‘curhatan’ Ha Ni pagi-pagi. Ji Eun mengambil buku yang di bawa Ha Ni dan mulai mencari bahan tugas makalah mereka.

Ha Ni pun mulai mengerjakan tugasnya. Baru sepuluh menit kemudian, dering lagu Hands Up dari boyband favoritnya, 2PM, berdering nyaring di dalam tasnya. Seisi perpustakaan melihat padanya. dia mengangguk sedikit untuk meminta maaf, lalu cepat pergi keluar dan menjawab teleponnya.

“Hallo, Pa”

“Ha Ni, kamu ada dimana? Tanya papanya buru-buru.

“Dikampus, Pa”.

“Dikelas?”

“Nggak, Pa. kuliahnya nanti jam sebelas”.

“Syukurlah, bisa tolong papa ambilkan map hijau di ruang kerja papa? Lalu antarkan kesini ya, Nak”.

“Ke kantor papa” tanya Ha Ni.

“Bukan, antarkan ke kantor Paman Han. Tahu kan?”.

“Tahu”.

“Tolong cepat ya, Han. begitu ketemu, antar langsung ke sini”

“Ya, Pa”.

Hani nggak nanya-nanya lagi. Sepertinya berkas itu penting sekali bagi papanya sekarang. Dia kembali masuk ke perpustakaan, pamit bentar sama Ji Eun, dan langsung pulang.

Dia harus buru-buru menolong papanya, soalnya sebelum jam setengah sebelas nanti dia harus ada di kampus lagi buat kuliah.

Sepanjang perjalanan menuju rumah, Ha Ni teringat ucapan mamanya, yang nanti malam ada undangan makan malam bersama Paman Han. Instingnya mengatakan kalau ini bukan acara makan malam seperti biasanya. Mamanya menyuruh dia membeli sebuah gaun, dan mewajibkannya untuk datang ke acara makan malam yang sangat penting ini. Biasanya Ha Ni akan menolak dan mamanya membolehkannya. Tapi kali ini, mama memaksanya ikut.

Tiba-tiba dia teringat akan satu hal, sekarang tanggal 3 februari. Dan ini hari ulang tahun Cho Kyuhyun tepat berumur 18 tahun. Ha Ni ingat ucapan papanya beberapa hari lalu, kalau Kyuhyun akan kembali ke tanah air tepat disaat umurnya 18 tahun. Dan dia akan mengambil alih semua peninggalan almarhum ayahnya. Delapan belas tahun, usia yang menjadikannya memiliki semua itu, termasuk perusahaan.

“Apa mungkin??” jerit Ha Ni dalam hati. Hani menggeleng keras. Jangan sampai pemikirannya ini benar-benar terjadi. Cho Kyuhyun.. kembali?


Ha Ni mematikan mesin mobilnya di depan rumah Paman Han. Dia sudah tiba di depan rumah musuh kecilnya itu. Ha Ni melihat banyak sekali mobil yang terpakir di halaman rumah Kyuhyun. ada mobil papanya, Paman Han, dan mungkin saja mobil milik pegawai kantor. Pintu utama terbuka lebar, hal ini sangat jarang terjadi. Paman Han sudah tidak memiliki istri dan nggak punya anak. Sejak kakaknya, yaitu Mr. Cho dan istrinya, orangtua Kyuhyun, meninggal karena kecelakaan pesawat, Paman Han tinggal disini bersama istrinya sebelum istrinya meninggal dua tahun yang lalu.

Sementara itu, sejak sepuluh tahun lalu, Kyuhyun tinggal di sekolahkan ke luar negeri, di sekolah yang terbaik yang berasrama. Selama ini setahu Ha Ni, Kyuhyun nggak pernah pulang, paling-paling hanya Paman Han yang sering ke Amerika untuk mengunjunginya.

Sekarang sepertinya Kyuhyun memang pulang, tapi mengapa Ha Ni mesti peduli? Toh dia nggak mau menemui cowok itu, waktu kecil aja Kyuhyun udah nakal apalagi sekarang, pikir Ha Ni.

Ha Ni berjalan pelan-pelan dari samping rumah menuju pintu masuk. Dia melihat sekitar ruang tamu yang kosong, mungkin papa Ha Ni ada di ruang pertemuan yang terletak di samping kanan. Dia melihat ke arah tangga,juga kosong, diatas tangga itu dulunya kamar Kyuhyun.

Merasa situasi aman, Ha Ni cepat-cepat berjalan menuju pintu samping. Sebelum masuk, dia kembali menyempatkan diri mengintip ke dalam. Memastikan kalo cowok itu benar-benar tidak ada, baru dia mengetuk into dan masuk. Di dalam ruang pertemuan itu Hani melihat ada Paman Han, Papa Hani, dan Pa Jerry, notaris kepercayaan keluarga Cho’s.

“Siang, Om, Paman, Pa” sapa Ha Ni satu per satu, baru kemudian memberikan map hijau yang dibawanya ke papa.

“Pa, ini berkasnya”.

“Terima kasih, Ha Ni” kata Paman Han yang duluan mengucapkan terima kasih.

Ha Ni mengangguk dan bergegas pamit pada semuanya. Sebaiknya dia secepatnya cabut dari sini sebelum ketemu…. Namun 10 langkah dia keluar pintu, tanpa sengaja bahunya menabrak seseorang.

Ha Ni melihat siapa yang ada di depannya. Dia langsung terperangah melihatnya. Cowok yang mirip orang dalam mimpinya tadi malam. Bahkan orang dihadapannya ini tampak sempurna dengan pakaian formal layaknya seorang penguasa. Cowok ini memakai kemeja putih yang dibaluti jas hitam ber-merk ternama. Ini Kyuhyun?

“Ha Ni?” panggil cowok itu.

--TBC--

Tidak ada komentar: