Author : Miirahmi77
Title : Change! [1/?}
Rated : All Ages
Genre : Romance,
Friendship
Length: Series
Cast :
- Cho Kyuhyun
- Kim HaNi
- Lee Donghae
- Lee Sungmin
- And Other
Twitter : @miirahmi77
Facebook : Mii Rahmi S
Disclaimer :
Haiiii, aku kembali lgi dengan membawa FF buatanku nih! mungkin pernah ada yang baca di salah satu wordpress yaitu
miirahmi77.wordpress.com dan itu sudah aku hapus dari wordpress-ku. alasannya sederhana, Karena aku nggak bisa mengurus wp tersebut. wkwkwk~ mending di Blog ini aja. Mungkin cerita ini sedikit singkat. aku pengen lihat tanggapan kali. RCL yaa!! ^_^
**THIS STORY IS MINE! DON'T PLAGIAT OR COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION!!**
Happy Reading
Kyuhyun POV
Hai, aku Cho Kyuhyun.
Kyuhyun, panggil saja begitu. Aku cowok paling beruntung di Korea. . . .
seharusnya sih. Bagaimana tidak, secara fisik, cewek-cewek bilang-ehem!- aku
keren.
Secara materi, aku pewaris tunggal sebuah grup usaha bernama Cho’s Coporation,
milik almarhum ayahku. Otomatis, karena aku udah 18 tahun, sekarang semua jadi
milikku.
Ya, aku tampan dan kaya. Semua hal bisa aku dapatkan. Semua? Sepertinya tidak.
Hidupku kacau sejak aku bertemu dengan seseorang. Bahkan sesuatu yang dahsyat
yang terjadi karena dia… karena cewek itu… begini ceritanya…
Author POV
Kim Ha Ni berada dalam dalam sebuah kafe, music
up-beat dan kerlap kerlip lampu disco memenuhi ruangan, tampang-tampang yang
nggak dikenalnya silih berganti dihadapannya. Saat ini sedang berlangsung
party. Selain untuk having fun, saat seperti ini biasanya juga digunakan
untuk cuci mata atau cari kenalan baru. Di depannya tiba-tiba berhenti seorang
cowok yang tadinya sedang berjalan. Menurut Ha Ni cowok itu keren banget! Tubuh
cowok itu tinggi, mungkin lebih dari 180 cm, garis wajahnya yang tegas, sorot
matanya tajam,rambutnya lurus dan agak panjang dibiarkan jatuh menutupi
sebagian wajahnya sehingga terkesan cool, lalu badannya tegap tetapi
tidak ada otot-otot bisepnya yang menonjol di tubuh pria itu. Tidak seperti
idolanya, Nickhun 2PM yang memiliki ABS yang menurutnya sempurna.
Ha Ni terpesona melihatnya. Selain karena kagum, Ha
Ni merasa kenal atau melihat cowok itu sebelumnya. tapi dimana yaa?
“Aku Kyuhyun” kata cowok itu memperkenalkan diri.
Wajah terpesona Ha Ni berubah menjadi melongo nggak
yakin.
“Kyuhyun?” tanya Ha Ni memastikan. Dia ingat
seseorang bernama Kyuhyun yang pernah ada di dalam hidupnya, dulu banget… tapi
masa sih cowok di hadapannya ini Kyuhyun? Kyuhyun itukan…
Cowok itu tersenyum tipis sekali lagi dan mengangguk.
Ha Ni memegang tangannya sendiri, ini beneran, nggak ya? Dia cubit tanganya
sendiri. Tapi…..
“AUUW!” teriaknya kesakitan.
Ha Ni tersentak dari tidurnya. Dia meringis perih
melihat warna merah di lengannya, karena cubitan tangannya sendiri. Barusan itu
mimpi?
“Kyuhyun…” ulang Ha Ni dalam hati. Kenapa dia bisa
mimpiin cowok itu ya?
Ha Ni geleng-geleng kepala, bener-bener gak yakin
dengan mimpinya barusan. Kyuhyun, musuh masa kecilnya yang sudah 10 tahun nggak
pernah dilihatnya itu tiba-tiba hadir dalam mimpinya. Hani jadi berusaha
mengingat-ingat seperti apa sosok bernama lengkap Cho Kyuhyun putra Mr. Cho
itu. Anak lelaki yang bak pangeran kecil.
Ha Ni menyebutnya begitu, karena Mr. Cho, ayah
Kyuhyun, adalah pengusaha sukses pemilik Cho Corp. beliau cuma punya seorang
anak, yaitu Kyuhyun. Nggak cuma kaya, anak itu juga ditakdirkan mempunyai
segudang keberuntungan lainnya: cakep, pintar, dan punya kuasa. Hal terakhir
itu mungkin karena orangtua yang sangat memanjakannya, biasa mengabulkan apa
saja yang Kyuhyun minta.
Tapi bagi Ha Ni, Kyuhyun adalah musuh. Begitu juga
Sungmin, anak sopir ayah Kyuhyun yang juga temannya. Mereka selalu menjadi
sasaran kejahilan Kyuhyun, dan herannya anak itu nggak pernah disalahkan.
Selalu saja mereka yang salah, mereka yang kena marah. Sehingga Kyuhyun pun
semakin nakal.
Sering Ha Ni lihat Sungmin kecil membantu ayahnya
mencuci mobil, lalu Kyuhyun datang dan tiba-tiba mengambil slang air yang
menyala dan menyemprotkannya ke arah Sungmin. Kyuhyun lalu tertawa senang
melihat Sungmin yang basah kuyup.
Seketika mata Sungmin menatap marah melihat Kyuhyun,
tapi tawa anak itu malah makin keras. Sungmin hendak maju dan mau memukul
Kyuhyun, tetapi ayahnya langsung menghalangi.
“Sudah, sudah, jangan ganggu Tuan Muda” kata ayahnya
menahan tangan Sungmin.
Sungmin yang patuh pada ayahnya nggak jadi bergerak
dan hanya diam. Lalu dia kembali meneruskan kerja membantu ayahnya. Kyuhyun
tertawa menang lalu meninggalkan mereka. Tapi Ha Ni melihat betapa tatapan mata
Sungmin tampak penuh dendam memandang Kyuhyun. Dia bisa merasakan itu, karena
dia sendiri juga sasaran kenakalan Kyuhyun. Kadang-kadang kelakuan anak itu
benar-benar tidak terduga.
Waktu masih kecil, Ha Ni pernah datang kerumah
Kyuhyun bersama ayahnya yang punya urusan kerja dengan ayah Kyuhyun. Baru saja
dia turun dari mobil, Ha Ni melihat Kyuhyun nyengir di depan pintu masuk
rumahnya. Ciri khas jika mau buat masalah. Ha Ni diam saja, terus berjalan
digandeng ayahnya sampai di depan pintu rumah Kyuhyun.
“Kyuhyun yang manis, dimana ayahmu?” tanya ayah Hani
sambil mengelus kepala Kyuhyun kecil. Kyuhyun tersenyum pada ayah Hani dan
tanpa menjawab langsung menunjuk ke dalam ruang tamu yang mana disitu ada
ayahnya, dan beberapa orang lain yang kyuhyun tahu adalah tamu ayahnya.
“Bagus, paman masuk dulu ya, dan Ha Ni kamu main saja
dengan Kyuhyun” perintah ayahnya kepada Hani. lalu sang ayah berjalan memasuki
rumah Kyuhyun. Meninggalkan mereka berdua dengan tatapan Ha Ni penuh dengan
ketidak-sukaan.
“Apa lihat-lihat?!” gertak Hani sebal.
“Hya gadis jelek, kau sangat percaya diri sekali!”
balas Kyuhyun tajam.
“MWO? Apa kau bil-“
“Sudahlah, ayo ikut aku ke dalam. Aku akan mengajakmu
bertanding game di kamarku” potong Kyuhyun yang langsung menyeret Ha Ni ke
dalam kamarnya. Menaiki tangga rumah Kyuhyun yang bertingkat 2 itu tanpa
membuat tatapan orang-orang dewasa yang sedang berbicara serius mengenai
perusahaan menoleh kepada tindakannya pada Ha Ni.
“Lepaskan aku bodoh! Tanganmu membuat tanganku
sakit!” ucap Ha Ni menghempaskan tangannya dari cekalan Kyuhyun. saat ini
mereka sudah berada di depan kamar Kyuhyun.
“Ayo masuk, kita main game di PlayStation punyaku!”
balas Kyuhyun sambil membuka kamarnya dan menyeret Ha Ni ke dalamnya. Ha Ni
menatap takjub kamar Kyuhyun. Sangat luas dan terkesan mewah sebuah kamar untuk
seorang anak yang bahkan belum memasuki 1 dasawarsa. Ck! Mengingat orang tua
anak ini, Ha Ni tidaklah heran. Walaupun kamarnya juga luas, tetapi tetap saja terlihat
elegan kamar anak ini.
“Yak bodoh, sampai kapan kau akan berdiri memandangi
kamarku ini?! Cepat kesini!” teriak Kyuhyun di posisinya yang sekarang berada
di atas lantai dengan karpet berbulunya itu. Ha Ni mendengus.
“Kapan ya, Kyuhyun itu tidak memanggilku bodoh atau
jelek lagi?” tanya Ha Ni di dalam hati. Lalu dengan langkah kesal, Ha Ni
menghampiri Kyuhyun yang sudah siap menantangnya untuk bermain game ini.
“Apa yang akan kudapatkan jika aku menang darimu,
Kyuhyun ssi?” tanya Ha Ni tanpa mengalihkan padangannya dari gambar yang
bergerak kesana kemari, memukul lawannya dengan pedang yang tengah dimainkannya
itu.
“Kalau kau menang? Nggak salah tuh? Huh?” cibir
Kyuhyun dengan tatapan yang mengeras melihat tokoh yang dimainkannya sebentar
lagi merenggang nyawa.
“Yak Cho Kyuhyun, sebentar lagi kau akan kalah! Kau
harus membelikanku hadiah. Oke?” balas Ha Ni yang juga syok melihat tokoh yang
dimainkannya diserang balik oleh Kyuhyun.
“Kita lihat saja nanti. Yang menang harus mendapatkan
apapun dari yang kalah. Setuju?” tanya Kyuhyun.
“Ya, Aku setuju” balas Ha Ni.
Kini permainan sangat sengit. Kedua insan ini
terlihat tidak mau kalah. Terlihat dari cara serangan balik di antara kedua
belah pihak. Saat tokoh yang dimainkan Kyuhyun merenggang nyawa, Kyuhyun
terlihat sangat panik. Lalu dia secara spontan menjambak rambut Ha Ni dari
belakang dan membuat Hani terjatuh ke belakang dengan teriakannya.
“YAK!! Apa yang kau lakukan?” tanya Hani geram.
Menahan sakit akibat rambutnya dijambak oleh Kyuhyun. mendengar teriakan itu
membuat Kyuhyun langsung menyerang balik tokoh yang dimainkan Ha Ni. Tidak
peduli dengan teriakan yang dikeluarkan gadis itu. Ha Ni yang geram langsung
menjambak balik rambut Kyuhyun dari belakang.
“Kyuhyun curang!! Rasakan ini!!” ucap Hani sambil
menjambak Kyuhyun.
“YAK gadis bodoh lepaskan aku!!” protes Kyuhyun tanpa
memberhentikan gerakan tangannya pada stick ps-nya itu. Sampai pada
akhirnya terpampang kata “YOU LOSE” di layar PlayStasionnya.
“Yaaaahh..” ucap Hani kaget. Lalu dia melepas
jambakannya itu dari rambut Kyuhyun. Lalu Ha Ni berdiri kesal dihadapan
Kyuhyun.
“Kau curang Kyuhyun! Aku nggak mau main lagi
denganmu!” ucap Ha Ni kesal seraya menuju pintu keluar kamar Kyuhyun.
“Yak! Kita sudah berjanji kalau yang menang akan
mendapatkan apapun dari yang kalah! Dan aku yang menang, bodoh!” teriak Kyuhyun
kesal.
Ha Ni menghentikan langkahnya ketika hendak menarik
kenop pintu dan menoleh ke belakang arah Kyuhyun.
“Lupakan janji itu, Kyuhyun ssi!” balas Ha Ni tajam
lalu segera melangkah keluar dari kamar Kyuhyun. Meninggalkan Kyuhyun dengan
tatapan marah seorang pangeran kecil Mr.Cho itu…
Ha Ni geleng-geleng kepala mengingat masa kecilnya
itu. Sepuluh tahun yang lalu, itu terakhir kalinya dia lihat tampang si jail.
Sekarang cowok itu sudah berusia delapan belas tahun, kira-kira seperti apa ya
tampangnya saat ini? apa sama dengan cowok yang dimimpikannya tadi?
“Ha Ni, bangun sudah siang! Jangan menjadi beruang
yang berhibernasi lagi!” teriak Mama menggedor kamar Ha Ni. Salah satu
kebiasaan buruk Hani yang tiap pagi membuat mamanya berteriak membangunkan
Hani.
Ha Ni melirik ke jam di mejanya. Sudah jam 6 pagi.
“Iya Ma, Ha Ni udah bangun. Lagi mandi nih!”
teriaknya sambil melompat dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi.
Mending dia cepat-cepat madi dan bersiap-siap berangkat kuliah sebelum Mama
mengomel melihatnya kesiangan. Lupakan mimpi itu…
—
Ha Ni adalah cewek unik. Dibalik sikapnya yang
terkesan cuek dengan hal-hal berbau make up, tetapi dia sangat
memperhatikan penampilannya didepan umum. Hanya dengan olesan bedak tipis di
wajahnya dan lipgoss rasa strobery kesukaannya itu sudah membuat Ha Ni
cantik. Pakaiannya yang selalu casual tiap dia berangkat ke kampus, membuatnya
disukai banyak cowok di kampusnya. Ha Ni tidak menyukai Highless yang
menurutnya cocok untuk menimpuk anjing tetangga sebelah rumahnya yang terlihat
sangar di matanya.
“Pagi Ma..” sapa Ha Ni kepada Mamanya yang tengah
mengolesi roti dengan selai nanas kesukaan anaknya.
“Hm.. Langsung duduk di kursimu dan minum susu yang
ada di meja” balas sang mama. Ha Ni mengangguk dan menunggu sarapan paginya.
“Ini sarapanmu, sayang” ucap sang mama lalu duduk di
kursi samping Ha Ni.
“Wah makasih mamaku sayang” balas Ha Ni lalu mencium
pipi mamanya.
“Ma, papa kemana?” tanya Ha Ni heran melihat mamanya
sendiri di ruang makan. Biasanya papa ada disana dan akan berangkat ke kantor
pukul 7 pagi.
“Ini kan baru jam 7” batinnya.
“Papa sudah berangkat jam 5 pagi. Ada urusan sangat
penting di kantornya” balas mama. Ha Ni yang nggak mau ambil pusing tentang apa
yang dilakukan papa-nya itu. Sudah pasti mengenai bisnis, dan Ha Ni tidak
tertarik akan hal itu.
“Ohh..” balas Ha Ni sekenanya.
Ha Ni melirik jam yang melingkar di tangannya. Sudah
jam setengah 8, sudah saatnya Ha Ni berangkat ke kampus. Hari ini dia berencana
berangkat pagi untuk menyelesaikan tugasnya yang belum selesai di perpustakaan
kampus.
“Ma, aku berangkat dulu yaa” pamit Ha Ni pada
mamanya.
“Ha Ni, uang jajanmu masih ada?” tanya sang mama
tiba-tiba. Ha Ni bingung. Biasanya mamanya akan mengomel pada Ha Ni kalau ia
meminta uang tambahan jajannya.
Tapi mendengar pernyataan aneh sang mama, Ha Ni tidak
berencana memanfaatkan kesempatan yang ada. Dia menggeleng dan tersenyum ke
Mamanya.
“Masih cukup untuk 3 hari kedepan kok, Ma” balas Ha
Ni.
“Ini, mama beri kartu ATM mama. Tolong uang yang ada
di kartu itu kamu belikan gaun yang bagus untuk kamu pakai” balas mama Ha Ni
sambil menyodorkan kartu ATM miliknya.
“Buat apa ma?” tanya Ha Ni heran.
“Kita akan menghadiri undangan makan malam dengan Mr.
Han, pamannya Kyuhyun”.
“Apa?” pekik Ha Ni kaget.
“Hush, sudahlah.. bagaimanapun juga kita harus
menghargai undangan yang Paman Han berikan”.
“Hem.. Aku mengerti, Ma” balas Ha Ni.
“Aku berangkat, Ma” ucap Ha Ni lalu mencium pipi
mamanya dan berlari menuju pintu keluar rumahnya. Hari ini juga Ha Ni berencana
membawa mobilnya. Sudah hampir seminggu ini mobilnya tetap terpakir sempurna di
garasi mobilnya. Apa lagi kalau bukan Eunhyuk, pacarnya itu selalu menjemputnya
dengan menggunakan motor besarnya itu.
–
Saat tiba di parkiran kampus, Ha Ni baru saja
memarkir mobilnya dan keluar dari mobil ketika seorang cowok menghampirinya.
“Pagi, Ha Ni” sapa cowok itu sambil tersenyum.
“Pagi, Donghae” balas Ha Ni biasa saja.
Ha Ni tahu dia Lee Donghae, anak Musik yang pernah
dibentak LeeHyukJae pacarnya, karena sering banget dekatin dia. tapi sepertinya
cowok itu nggak jera walau sudah diancam. Donghae tetap saja mendekatinya.
“Kuliah?” tanya Donghae basa basi.
“Memang kesini mau apa?” tanya Ha Ni balik.
Donghae nyengir malu, ketahuan banget basa basinya.
Tapi 5 detik kemudian, Donghae kembali pede.
“Mau ke kantin dulu, nggak?” kata cowok itu mengajak
Ha Ni.
“Aku udah sarapan”
“Kalau gitu aku kelas ya?” kata Donghae lagi.
“Ke kelas? Ngapain?”
“Kuliah kan?”
Ha Ni tertawa sebentar. “Hae, kamu anak Musik, aku
anak Desain, mana mungkin kelasnya bisa sinkron?” Ha Ni geleng-geleng kepala.
“Oke deh aku antar kamu ke kelas!” kata Donghae
memutuskan sebelum Ha Ni menjawab. Sepertinya Donghae nggak akan berhenti
mendekati Ha Ni meski nggak diperhatikan. Mungkin karena cowok itu senior, 2
tahun lebih tua dari Ha Ni. Jadi dicuekkin atau nggak, cowok itu tetap pede.
“Sebenarnya aku mau ke perpus, Hae, Kuliahku nanti
jam sebelas, sekarang aku mau ke perpus dulu sama Ji Eun” kata Ha Ni
menerangkan.
“Nggak apa-apa, aku antar” kata Donghae sambil
mengambil alih buku kuliah yang sedang dipegang Ha Ni.
Ha Ni nggak bisa menolak lagi. Dia melihat jam
tangannya, masih jam delapan pagi. Eunhyuk pasti masih tidur di kosnya. Jadi
pacarnya itu nggak bakal lihat dia dan Donghae saat ini. Kalau anak-anak lain
melihatnya, biarlah, dia bisa mengarang sejuta alasan nantinya.
Sepanjang perjalanan menuju perpustakaan, Donghae
terus saja melontarkan gombalannya pada Ha Ni. Sedangkan Ha Ni menanggapinya
biasa saja, tidak mau terbuai dengan mulut manis cowok bernama Lee Donghae ini.
Untung saja pintu perpustakaan sudah di depan mereka
dan saat masuk, dia langsung melihat Ji Eun. Kalo nggak, dia nggak tahu lagi
harus bersikap bagaimana dengan Donghae. Entah mengapa, walaupun dia sudah
memiliki pacar, masih saja ada yang mendekatinya. kalo kata Ji Eun sih, salah
dia juga menanggapi semua cowok. Tapi masa sih orang datang ngobrol baik-baik
terus diusir?
“Makasih, Donghae” kata Ha Ni sudah berada di dalam
perpustakaan dan duduk di samping Ji Eun. Cowok itu tetap saja berdiri di
depannya. Ji Eun pun senyum-senyum sendiri melihat semua itu.
“Nggak kuliah, Hae? Ntar telat lho!” sindir Ji Eun.
Barulah Dongae menyingkir dari hadapan mereka.
“Kelakuan!” sindir Ji Eun pada Ha Ni saat cowok itu
hilang dari pandangan.
“Jangan salahin aku, dia yang keras kepala buat
nganterin aku ke perpustakaan” bantah Ha Ni.
“Sebenarnya kamu itu punya hati nggak sih, Han?”
“Kenapa?”
“Kalo nggak rajin gonta-ganti pacar, punya pacar
satu, tapi labaannya segudang” kata Ji Eun yang memang teman Ha Ni sejak SMA.
Ji Eun tahu banyak kisah cinta Ha Ni yang nggak pernah indah.
“Mumpung masih muda” jawab Ha Ni asal.
“Artinya?”
“Aku masih bisa memilih”
“Dasar!” kata Ji Eun sambil menepuk Ha Ni dengan
gulungan kertas fookopian di tangannya.
“Akh” rintih Ha Ni pura-pura.
“YAK! Dasar lebay!” ucap Ji Eun yang gemas melihat
tingkah temannya ini.
“Sebenarnya ya, Ji, aku belum pernah ketemu sama
cowok yang bikin aku nggak menentu” kata Ha Ni jadi curhat.
“Nggak menentu?” tanya Ji Eun.
“Ya, Seseorang yang membuat aku benar-benar merasa
jatuh cinta, dan belum pernah aku merasakan yang namanya Cinta pada
pandangan pertama” balas Ha Ni.
“Jadi selama ini apa?” tanya Ji Eun lagi.
Ha Ni angkat bahu. “Entahlah, mungkin aku lagi
mencari cinta sejati. Yang mana seseorang sedang menungguku dengan kuda
putihnya sambil membawa cincin berkilauan emas”.
“Gila?” tebak Ji Eun
“Bukan, tapi pangeran hidupku” ucap Ha Ni sambil
menangkupkan kedua tangannya yang menopang dagu di atas meja
“Aish, Udah ah, Back our study, ok?” kata Ji Eun yang
malas meladeni ‘curhatan’ Ha Ni pagi-pagi. Ji Eun mengambil buku yang di bawa
Ha Ni dan mulai mencari bahan tugas makalah mereka.
Ha Ni pun mulai mengerjakan tugasnya. Baru sepuluh
menit kemudian, dering lagu Hands Up dari boyband favoritnya, 2PM,
berdering nyaring di dalam tasnya. Seisi perpustakaan melihat padanya. dia
mengangguk sedikit untuk meminta maaf, lalu cepat pergi keluar dan menjawab
teleponnya.
“Hallo, Pa”
“Ha Ni, kamu ada dimana? Tanya papanya buru-buru.
“Dikampus, Pa”.
“Dikelas?”
“Nggak, Pa. kuliahnya nanti jam sebelas”.
“Syukurlah, bisa tolong papa ambilkan map hijau di
ruang kerja papa? Lalu antarkan kesini ya, Nak”.
“Ke kantor papa” tanya Ha Ni.
“Bukan, antarkan ke kantor Paman Han. Tahu kan?”.
“Tahu”.
“Tolong cepat ya, Han. begitu ketemu, antar langsung
ke sini”
“Ya, Pa”.
Hani nggak nanya-nanya lagi. Sepertinya berkas itu
penting sekali bagi papanya sekarang. Dia kembali masuk ke perpustakaan, pamit
bentar sama Ji Eun, dan langsung pulang.
Dia harus buru-buru menolong papanya, soalnya sebelum
jam setengah sebelas nanti dia harus ada di kampus lagi buat kuliah.
Sepanjang perjalanan menuju rumah, Ha Ni teringat
ucapan mamanya, yang nanti malam ada undangan makan malam bersama Paman Han.
Instingnya mengatakan kalau ini bukan acara makan malam seperti biasanya.
Mamanya menyuruh dia membeli sebuah gaun, dan mewajibkannya untuk datang ke
acara makan malam yang sangat penting ini. Biasanya Ha Ni akan menolak dan
mamanya membolehkannya. Tapi kali ini, mama memaksanya ikut.
Tiba-tiba dia teringat akan satu hal, sekarang
tanggal 3 februari. Dan ini hari ulang tahun Cho Kyuhyun tepat berumur 18
tahun. Ha Ni ingat ucapan papanya beberapa hari lalu, kalau Kyuhyun akan
kembali ke tanah air tepat disaat umurnya 18 tahun. Dan dia akan mengambil alih
semua peninggalan almarhum ayahnya. Delapan belas tahun, usia yang
menjadikannya memiliki semua itu, termasuk perusahaan.
“Apa mungkin??” jerit Ha Ni dalam hati. Hani
menggeleng keras. Jangan sampai pemikirannya ini benar-benar terjadi. Cho
Kyuhyun.. kembali?
–
Ha Ni mematikan mesin mobilnya di depan rumah Paman
Han. Dia sudah tiba di depan rumah musuh kecilnya itu. Ha Ni melihat banyak
sekali mobil yang terpakir di halaman rumah Kyuhyun. ada mobil papanya, Paman
Han, dan mungkin saja mobil milik pegawai kantor. Pintu utama terbuka lebar,
hal ini sangat jarang terjadi. Paman Han sudah tidak memiliki istri dan nggak
punya anak. Sejak kakaknya, yaitu Mr. Cho dan istrinya, orangtua Kyuhyun,
meninggal karena kecelakaan pesawat, Paman Han tinggal disini bersama istrinya
sebelum istrinya meninggal dua tahun yang lalu.
Sementara itu, sejak sepuluh tahun lalu, Kyuhyun
tinggal di sekolahkan ke luar negeri, di sekolah yang terbaik yang berasrama.
Selama ini setahu Ha Ni, Kyuhyun nggak pernah pulang, paling-paling hanya Paman
Han yang sering ke Amerika untuk mengunjunginya.
Sekarang sepertinya Kyuhyun memang pulang, tapi
mengapa Ha Ni mesti peduli? Toh dia nggak mau menemui cowok itu, waktu kecil
aja Kyuhyun udah nakal apalagi sekarang, pikir Ha Ni.
Ha Ni berjalan pelan-pelan dari samping rumah menuju
pintu masuk. Dia melihat sekitar ruang tamu yang kosong, mungkin papa Ha Ni ada
di ruang pertemuan yang terletak di samping kanan. Dia melihat ke arah
tangga,juga kosong, diatas tangga itu dulunya kamar Kyuhyun.
Merasa situasi aman, Ha Ni cepat-cepat berjalan
menuju pintu samping. Sebelum masuk, dia kembali menyempatkan diri mengintip ke
dalam. Memastikan kalo cowok itu benar-benar tidak ada, baru dia mengetuk into
dan masuk. Di dalam ruang pertemuan itu Hani melihat ada Paman Han, Papa Hani,
dan Pa Jerry, notaris kepercayaan keluarga Cho’s.
“Siang, Om, Paman, Pa” sapa Ha Ni satu per satu, baru
kemudian memberikan map hijau yang dibawanya ke papa.
“Pa, ini berkasnya”.
“Terima kasih, Ha Ni” kata Paman Han yang duluan
mengucapkan terima kasih.
Ha Ni mengangguk dan bergegas pamit pada semuanya.
Sebaiknya dia secepatnya cabut dari sini sebelum ketemu…. Namun 10 langkah dia
keluar pintu, tanpa sengaja bahunya menabrak seseorang.
Ha Ni melihat siapa yang ada di depannya. Dia
langsung terperangah melihatnya. Cowok yang mirip orang dalam mimpinya tadi
malam. Bahkan orang dihadapannya ini tampak sempurna dengan pakaian formal
layaknya seorang penguasa. Cowok ini memakai kemeja putih yang dibaluti jas
hitam ber-merk ternama. Ini Kyuhyun?
“Ha Ni?” panggil cowok itu.
--TBC--